cvtogel login – Air datang tanpa permisi. Dalam hitungan jam, jalanan berubah menjadi aliran sungai kecil, halaman rumah tergenang, dan aktivitas harian warga Banjarmasin terhenti. Di tengah situasi yang serba terbatas itu, satu kebutuhan menjadi paling mendesak: makanan hangat yang bisa menguatkan tubuh dan menenangkan hati. Menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat dengan mendirikan dapur umum bagi warga terdampak banjir.
Dapur umum itu bukan sekadar tempat memasak. Ia menjadi ruang harapan, tempat empati diwujudkan dalam piring nasi dan lauk sederhana. Sejak pagi buta, petugas bersama relawan bahu-membahu menyiapkan bahan makanan, mengaduk panci besar, dan memastikan distribusi berjalan merata. Asap tipis dari tungku seakan menjadi tanda bahwa negara hadir di tengah warganya yang sedang diuji.
Respons Cepat di Tengah Situasi Darurat
Banjir yang melanda sejumlah kawasan permukiman membuat banyak keluarga tidak bisa menggunakan dapur rumah mereka. Kompor terendam, bahan pangan rusak, dan akses ke pasar menjadi sulit. Kondisi ini mendorong Pemkot Banjarmasin menetapkan langkah darurat dengan membuka dapur umum di titik-titik strategis yang mudah dijangkau warga.
Kebijakan ini diambil dengan prinsip kemanusiaan: memastikan tidak ada warga yang kelaparan saat bencana berlangsung. Makanan siap saji didistribusikan secara berkala, terutama kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Dalam situasi seperti ini, kecepatan dan ketepatan menjadi kunci.
Gotong Royong yang Menguatkan
Di balik operasional dapur umum, tersimpan kisah gotong royong yang menghangatkan. Aparatur pemerintah, relawan kebencanaan, hingga warga sekitar saling melengkapi peran. Ada yang memasak, ada yang mengemas, ada pula yang mengantarkan makanan ke rumah-rumah yang masih tergenang.
Kehadiran dapur umum juga menjadi ruang pertemuan sosial. Warga yang lelah dan cemas bisa saling menyapa, berbagi cerita, dan merasa tidak sendirian menghadapi bencana. Di sana, bantuan tidak hanya berupa makanan, tetapi juga dukungan moral.
Kebijakan Publik yang Membumi
Pendirian dapur umum mencerminkan tata kelola kebencanaan yang berpihak pada kebutuhan dasar warga. Pemkot Banjarmasin tidak menunggu kondisi memburuk, tetapi memilih bertindak sejak awal. Pendekatan ini menegaskan bahwa kebijakan publik harus hadir secara nyata, terutama saat krisis.
Selain penyediaan makanan, pemerintah kota juga terus memantau kondisi lapangan, berkoordinasi dengan berbagai pihak, dan menyiapkan langkah lanjutan jika banjir belum surut. Semua dilakukan dengan satu tujuan: meminimalkan dampak sosial dan menjaga martabat warga terdampak.
Harapan di Tengah Genangan
Banjir memang membawa kerugian, kelelahan, dan ketidakpastian. Namun, dari dapur umum yang terus mengepul, tersirat pesan kuat tentang solidaritas dan kepedulian. Seporsi nasi hangat mungkin sederhana, tetapi bagi warga yang rumahnya terendam, itu adalah penguat untuk bertahan satu hari lagi.
Pemkot Banjarmasin berharap, dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, warga bisa lebih fokus menjaga keluarga dan keselamatan diri. Dan ketika air surut nanti, yang tersisa bukan hanya bekas genangan, tetapi juga ingatan bahwa di saat sulit, kepedulian hadir lebih dulu.

